Taman Nasional Baluran (Africa van Java), Jawa Timur

Siapa sih yang tidak mengenal Taman Nasional Baluran? Taman ini terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur. Taman ini sudah terkenal hingga ke mancanegara dengan suasana padang savananya dan satwa-satwa yang dibiarkan hidup bebas. Nah, jika Anda ingin berwisata dengan konsep alam liar, tidak perlu jauh-jauh ke Afrika, mengunjungi Taman Nasional Baluran ini bisa menjadi alternatif pilihan. Taman nasional ini sering disebut Africa van Java.

Nama Baluran berasal dari nama gunung yang ada dikawasan Taman Nasional ini yaitu gunung Baluran. Taman Nasional ini sebagai salah satu kawasan konservatif dengan berbagai macam flora dan fauna serta ekosisitem yang memiliki beragam manfaat baik yang bersifat tangible (pemanfaatan skala terbatas) maupun yang bersifat intangible (udara bersih dan pemandangan).

Taman Nasional Baluran yang memiliki luas hampir 25 ribu hektar ini merupakan miniatur dari segala jenis hutan dan vegetasi Indonesia diantaranya hutan musim, hutan hujan, mangrove, savana, gunung, sungai, pantai, dan terumbu karang. Kawasan ini juga memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan (tumbuhan asli yang memiliki khas mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering), 26 jenis satwa (banteng yang menjadi ikon dari taman nasional ini, kerbau liar, rusa, kijang, macan tutul, kucing bakau, dan kancil), dan 155 jenis burung.

 

Beberapa Lokasi Indah di Taman Nasional Baluran

  • Batangan

Tidak hanya berwisata alam, di Taman Nasional Baluran Anda juga bisa belajar sejarah. Wisata sejarah di Taman Nasional Baluran yaitu Goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin (bulan Oktober/November), dan berkemah. Anda yang ingin melakukan camping bisa di tempat ini.

Goa Jepang merupakan salah satu saksi sejarah bahwa Indonesia pernah dijajah Jepang. Goa dengan luas 12 m2 ini dulunya digunakan sebagai benteng pertahanan dan tempat penyimpanan amunisi perang. Goa Jepang ini berada tepat di pintu masuk Taman Nasional Baluran, jadi Anda bisa ke Goa ini terlebih dahulu sebagai awal penjelajahan ke kawasan Taman Nasional Baluran.

 

 

  • Candi Bang

Terdapat sebuah candi peninggalan Hindu yang bernama Candi Bang di kawasan Taman Nasional Baluran ini. Candi Bang ini unik karena berada di antara padang yang gersang. Candi ini menjadi bukti penyebaran agama Hindu di kawasan Taman Nasional Baluran.

 

  • Bekol dan Semiang

Bekol dan Semiang adalah pos pengamatan satwa, seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, dan burung. Untuk mengamati satwa, disediakan fasilitas wisma peneliti, menara pandang setinggi 30 m, dan wisma tamu sehingga Anda bisa menginap.

Menara Pandang

Padang savana ketika musim kemarau menjadi kekuningan dan ketika musim hujan menjadi hijau

Selain itu, Bekol dan Semiang merupakan hamparan padang savana yang merupakan primadona Taman Nasional Baluran ini bisa jadi destinasi pertama yang akan dikunjungi. Rumput di padang savana ini ketika musim kemarau menjadi kekuningan dan ketika musim hujan menjadi hijau. Savana inilah yang menjadi salah satu alasan Taman Nasional Baluran disebut sebagai Africa van Java.

 

  • Gunung Baluran

Gunung Baluran ini berada di tengah-tengah Taman Nasional Baluran. Gunung yang hanya memiliki ketinggian 1.247 mdpl membuat Anda mudah untuk mencapai puncak untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang cukup membuat Anda speechless.

Gunung ini terdiri dari beberapa bukit dengan pemandangan yang didominasi padang savana. Beberapa bukit tersebut diantaranya Bukit Begol, Bukit Glengseran, dan Bukit Priuk. Kondisi gunung Baluran saat ini sebagai gunung mati sehingga gunung ini memiliki dinding kawah non aktif, di sebelah timur dinding kawahnya terdapat sebuah sungai yang merupakan sumber air bagi satwa-satwa liar yang hidup di sekitar Taman Nasional Baluran. Sungai tersebut bernama Sungai Kacip.

Gunung Baluran ini merupakan Zona Inti di Taman Nasional Baluran, yang artinya sebuah zona murni untuk tujuan konservasi.
Jadi, gunung ini tidak dibuka secara umum untuk tujuan wisata.

 

  • Pantai Bama

Terdapat pantai cantik yang berjarak sekitar 3 km dari savana Bekol yaitu pantai Bama. Selama perjalanan Anda akan menjumpai monyet-monyet dan biawak (jika beruntung). Sesampainya di pantai, terlihat banyak sekali kawanan monyet yang sedang beraksi (melompat di pepohonan, berayun di pohon, berjalan di jembatan tali) dan atraksi kawanan kera abu-abu yang memancing kepiting dengan ekornya saat laut surut. Jadi, berhati-hatilah dengan bawaan Anda, bisa jadi monyet-monyet tersebut mengambil barang-barang Anda dan jangaa lupa menutup pintu mobil.

Pantai Bama memiliki fasilitas yang lebih memadai dibanding Savana Bekol, di pantai ini terdapat 2 bangunan kantor disertasi gudang dan musholla (dengan kamar mandi untuk bilas sehabis bermain di pantai). Ada 2 penginapan dengan kualitas baik untuk melayani wisatawan. Ada 2 kantin yang rapi dan bersih. Tersedia lapangan parkir yang juga untuk halaman kantor seluas 0,5 ha yang bisa menampung bis ukuran sedang dan tersedia juga permainan outbond.

Pantai dengan hamparan pasir putih dan terumbu karang ini memiliki destinasi bawah laut yang memukau. Anda bisa ber-snorkeling di Pantai ini dengan menyewa alat yang telah disediakan. Anda juga bisa menyewa perahu boat dengan kapasitas 10 orang, di lantai boat dipasang kaca untuk melihat pemandangan bawah laut.

Menggunakan boat Anda bisa menjelajahi pantai lebih leluasa, terdapat vegetasi bawah laut di kedalaman sekitar 60 cm yang disebut padang lumun yaitu sejenis tumbuhan rumput berdaun panjang. Semakin jauh dari pantai, dengan kedalaman tidak lebih dari 3 m terlihat jelas pemandangan aneka warna hamparan bumi dengan terumbu karang, ikan, dan hewan air lainnya. Anda juga akan melihat anemon laut yaitu jenis hewan dari kelas Anthozoa yang sekilas terlihat seperti tumbuhan.

Anemon Laut

Pantai Bama ini dikelilingi oleh hutan mangrove yang membuat suasana dan pemandangan menjadi semakin indah dan natural.

 

  • Dermaga Mangrove Bama

Dermaga yang dikelilingi taman mangrove ini merupakan destinasi yang wajib dikunjungi ketika di Pantai Bama. Tempat ini memiliki suasana yang tenang nan romantis, bagi Anda yang berwisata bersama kekasih, ingat!!! Jangan lewatkan tempat ini. Dermaga Mangrove Bama ini terletak sekitar 100 m ke arah selatan dari Pantai Bama, untuk sampai ke dermaga ini Anda harus melewati jalan setapak dengan rerimbunan pepohonan mangrove dan kayu hutan yang kokoh. Selain menikmati keindahan alamnya di Dermaga Mangrove Bama ini, Anda juga dapat menemukan berbagai hewan liar seperti burung bangau, biawak, monyet, dan yang paling menakjubkan Anda akan menemukan mangrove terbesar se Asia yaitu Mangrove Bama.

 

  • Pantai Balanan

Pantai ini berjarak 4 km dari pantai Bama. Selama perjalanan Anda akan menjumpai rusa, lutung, kera, dan satwa-satwa lainnya. Jadi, hati-hati dengan barang bawaan Anda. Pantai yang sepi dengan hamparan pasir putih, potongan-potongan karang di bibir pantai, air yang tenang (tidak ada ombak), rame suara burung serta ada beberapa lutung dan kera ekor panjang terlihat bahwa pantai ini masih sangat asri. Kabarnya di pantai ini memiliki terumbu karang yang sangat bagus yang dapat dinikmati dengan jarak sekitar 100 m dari bibir pantai. Selain itu, di Pantai Balanan Anda juga bisa memancing, menangkap kepiting saat laut surut, dan melihat perkelahian rusa jantan (bulan Juli/Agustus).

 

  • Pantai Bilik Sijile

Pantai Bailik Sijile berjarak 12 km dari pantai Bama, pantai ini sangat sepi karena letaknya yang cukup tersembunyi di lingkungan hutan. Menuju pantai ini Anda bisa menggunakan jalur darat ataupun jalur laut. Di pantai Bilik Sijile Anda akan menikmati air laut yang jernih dan indahnya pemandangan bawah laut. Saat air laut surut akan tampak daratan berpasir putih dengan bentuk menyerupai lidah. Lidah dalam Bahasa Madura adalah Sijile. Hal inilah yang melatarbelakangi penamaan pantai Bilik Sijile.

 

  • Sumber Manting

Sumber Mantip berjarak sekitar 700 m ke arah selatan pantai Bama, sumber yang berada di bawah pohon Manting ini dipercaya oeh masyarakat bisa membuat awet muda. Sumber air ini tidak pernah kering sepanjang tahun. Jika Anda ingin ke sumber manting ini berhati-hatilah karena di tempat ini merupakan habitat macan tutul.

 

 

 

  • Popongan, Sirontoh, Kalitopo

Di sini terdapat fasilitas untuk naik sampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, dan lokasi pengamatan burung migran.

 

  • Curah Tangis

Nama Curah Tangis berada di Jalur Tengkorak Taman Nasional Baluran. Sepanjang Jalur Tengkorak ditumbuhi pepohonan jati yang lebat, terdapat puluhan tikungan tajam dan jalannya yang naik turun serta bergelombang, hampir setiap hari ada kecelakaan mulai kecelakaan ringan hingga merenggut nyawa. Curah Tangis dan Jalur Tengkorak merupakan kristalisasi yang tak dapat dipisahkan, karena Curah Tangis berada dipertengahan Jalur Tengkorak.

Curah Tangis adalah sebuah tebing curam dengan kedalaman mencapai 18 m lebih, tebing ini dulu menjadi pembuangan mayat-mayat pemberontakan G30S/PKI.

Tetapi Curah Tangis kini menjadi tempat kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter dengan kemiringan sampai 85%. Bagi yang menyukai olahraga ekstrim ini dapat mencobanya.

 

Keindahan di Taman Nasional Baluran

Bagi Anda yang pecinta fotografi, disarankan memulai perjalanan menyusuri Taman Nasional Baluran mulai pukul 04.00 atau 05.00 sehingga Anda dapat menyaksikan indahnya sunrise di sela-sela kabut dan pepohonan.

Anda juga dapat menyaksikan sunrise di Pantai Bama. Pantai ini berada di perairan selatan Bali dan tepat menghadap ke timur, sehingga menjadi tempat yang sempurna untuk menikmati sunrise

 

Sejarah Taman Nasional Baluran

Sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu asal Belanda yang memiliki daerah konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Mesigit, pernah singgah di Baluran. Dia telah memperhatikan dan meyakini bahwa Baluran memiliki nikai penting untuk perlindungan satwa, khususnya jenis mamalia besar.
Pada tahun 1930 KW. Dammerman, Direktur Kebun Raya Bogor mengusulkan tentang perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung.
Pada tahun 1937, Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544.
Pada masa pasca kemerdekaan, Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia menetapkan kembali Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962.
Pada tanggal 6 Maret 1980, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia, Suaka Margasatwa Baluran diumumkan sebagai Taman Nasional oleh Menteri Pertanian.

 

Fasilitas di Taman Nasional Baluran

Camping Ground

Bagi pengunjung yang ingin camping, Taman Nasional Baluran menyediakan area camping ground yang berlokasi sekitar 500 m dari Pos Security Kantor Balai ke arah Banyuwangi.

Penginapan

Bagi pengunjung yang ingin menginap, Taman Nasional Baluran menyediakan 5 fasilitas penginapan yaitu 3 penginapan di Bekol dan 2 penginapan di Pantai Bama.

Penginapan di Bekol tidak memiliki kantin dan kamar mandi di luar, berikut ulasannya:

  1. Wisma Rusa (7 kamar dengan daya tampung 12 orang). Harga Rp 35.000,-/orang
  2. Wisma Merak (3 kamar dengan daya tampung 3 orang). Harga Rp 50.000,-/orang
  3. Wisma Banteng (2 kamar dengan daya tampung 4 orang). Harga 250.000,-/unit
  4. Extra bed Rp 25.000,-

Penginapan di Pantai Bama ada fasilitas kantin, musholla, beberapa kamar mandi, ruang ganti, dan outbond ground. Penginapan di Pantai Bama terdapat 2 wisma yang menghadap ke pantai, berikut ulasannya:

  1. Wisma Kapidada (4 kamar dengan daya tampung 8 orang). Harga Rp 75.000,-/orang
  2. Wisma Pilang (1 kamar dengan daya tampung 6 orang, ada AC). Harga Rp 300.000,-/orang
  3. Extra bed Rp 25.000,-

 

Cafetaria

Taman Nasional Baluran menyedia cafetaria yang berlokasi di Bama. Cafetaria ini menghidangkan masakan Jawa, buka jam 10.00-16.00 WIB tetapi tidak buka setiap hari. Jadi lebih baik Anda membawa bekal sendiri daripada kelaparan. Makanan khas di sekitar Baluran yang harus Anda coba justru berada di Kota Banyuwangi dan Situbondo, yaitu:

Kuliner Osing

Osing adalah suku yang ada di Banyuwangi, sehingga banyak orang menyebut orang Banyuwangi sebagai orang Osing. Banyuwangi memiliki 2 makanan khas yang paling terkenal yaitu rujak soto dan sego tempong. Kedua makanan tersebut dihidangkan pada jam yang sama yaitu untuk makan siang atau makan malam. Jadi sulit kalau Anda mencari makanan ini di pagi hari.

Rujak soto merupakan gabungan antara nasi putih, rujak sayur, dan kuah soto. Rujak soto ini memiliki rasa yang khas.

 

Sego tempong ini seperti nasi lalapan pada umunya, hanya saja sambal dan sayur yang disajikan berbeda. Sayurnya adalah sayur rebus yang meliputi bayam, daun kenikir, dan kangkung serta ditambah irisan timun. Sementara sambalnya adalah sambal mentah yang terbuat dari cabai, terasi khas Banyuwangi yang terbuat dari ebi, dan ranti (sejenis tomat). Untuk lauknya bisa memilih tahu, tempe, ayam, dadar jagung, ikan laut goreng, dll. Sambal sego tempong ini terkenal pedasnya. Nama “sego tempong” diambil dari bahasa Jawa yaitu “sego” yang artinya nasi dan “tempong” yang artinya dipukul atau ditampar. Hal ini karena banyak orang yang makan sego tempong wajahnya memerah menahan pedas, seperti habis dipukul. Sego tempong sangat cocok jika dimakan dengan krupuk cumi khas Banyuwangi. Penjual nasi tempong di Kota Banyuwangi ada banyak, nih ada sego tempong legendaris yaitu sego tempong Mbok Nah yang terletak di Jl. Kolonel Sugiono, Kertosari, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi.

Kuliner Situbondo

Ada kuliner yang bernama Tajin Pallapa yaitu makanan dalam bentuk bubur. Nama “tajin pallapa” berasal dari bahasa Madura yang artinya bubur berbumbu. Makanan ini disajikan dengan makanan pokok bubur nasi gurih topping kangkung, bayam, kembang turi, taoge dan bakwan. Tajin pallapa ini dihidangkan sebagai makan pagi atau sarapan, tidak seperti rujak soto dan sego tempong. Tajin pallapa ini juga tidak mudah ditemukan, hanya dijual di warung-warung kecil dalam gang.

Tiket Masuk Taman Nasional Baluran

Untuk tiket masuk ke Taman Nasional Baluran adalah Rp 7.500,-/orang, Rp 5000/unit kendaraan roda dua, dan Rp 15.000/unit kendaraan roda empat.

 

Lokasi Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran berada di tepian jalan raya antara Banyuwangi-Situbondo, tepatnya di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur. Taman ini berbatasan dengan Selat Madura (sebelah utara) dan Selat Bali (sebelah timur). Taman Nasional ini diapit oleh Gunung Semeru dan Gunung Ijen.

Meskipun Taman Nasional Baluran berada di kawasan Situbondo, tetapi jarak tempuh lebih dekat dari Banyuwangi yang hanya berjarak 35 km, sedangkan dari Situbondo berjarak 60 km.

Peta Lokasi : klik di sini

 

Rute Menuju Taman Nasional Baluran

Start point untuk menjelajah kawasan Taman Nasional Baluran adalah pintu masuk Batangan, dari situ hanya ada satu jalan utama sepanjang 15 km yang bisa dilewati. Anda akan menyusuri jalan aspal yang sudah rusak tetapi tidak ada tanjakan (mulai Batangan sampai Pantai Bama). 4 km pertama perjalanan Anda akan membelah hutan musim, 6 km berikutnya hutan hijau (evergreen), 2 km membelah hutan musim lagi, dan 5 km melintasi Savana Bekol menuju Pantai Bama. Perjalanan tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan mobil maupun motor. Jika Anda tidak membawa kendaraan pribadi, bisa menyewa atau meminta petugas untuk mengantar hanya dengan Rp 30.000 sampai RP 35.000 untuk sekali jalan rute Batangan-Bekol-Bama dengan mengendarai motor. Namun jika Anda dalam rombongan, petugas menyediakan mobil untuk disewa. Untuk penyewaan mobil sebaiknya melakukan reservasi dahulu karena tidak setiap saat tersedia.

 

Surabaya – Banyuwangi – Batangan

Surabaya ke Banyuwangi bisa naik kereta api berangkat dari stasiun Pasar Turi (KA Probowangi), stasiun Gubeng  atau stasiun Wonokromo dan turun di stasiun terakhir yaitu stasiun Banyuwangi Baru. Lama perjalanan Surabaya-Banyuwangi antara 6-7 jam. Setelah sampai Banyuwangi Baru, perjalanan selanjutnya dengan waktu tempuh 30 menit menuju Batangan bisa naik bis jurusan Banyuwangi-Situbondo-Probolinggo atau mikrolet. Jika naik bis, Anda harus berjalan menuju jalan raya yang berjarak  100 m, sedangkan jika mikrolet banyak tersedia di depan stasiun namun dengan tarif yang lebih mahal. Tarif bis sekitar RP 9.000 sedangkan mikrolet Rp 15.000. Untuk tiket kereta api (jadwal dan harga) bisa mengunjungi website resmi PT KAI.  Jika ingin cepat, Anda bisa naik pesawat dari Bandara Juanda menuju Bandara Blimbingsari (Banyuwangi) dengan tarif Rp 400.000 – Rp 500.000 sekali jalan dengan waktu tempuh hanya 35 menit.

 

Surabaya – Situbondo – Batangan

Jika melalui rute ini, Anda akan melintasi pesisir pantai timur Pulau Jawa. Berangkat dari terminal Purabaya (Bungurasih) dengan naik bis jurusan Surabaya-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi. Anda bisa langsung turun di Batangan (pintu masuk Taman Nasional Baluran), tinggal bilang ke kondekturnya. Perjalanan Surabaya-Situbondo ditempuh dalam waktu 4-5 jam, sementara Situbondo-Batangan ditempuh dalam waktu 2 jam.

 

Denpasar – Banyuwangi – Batangan

Rute ini merupakan rute favorit bagi wisatawan asing. Perjalanan diawali dari terminal Mengwi Badung atau Ubung Denpasar dengan naik bis jurusan Denpasar-Banyuwangi-Situbondo-Probolinggo-Surabaya dan langsung turun di Batangan. Bis ini bertarif Rp 45.000 sudah termasuk tiket penyeberangan dengan kapal ferry. Rute ini memerlukan waktu  4 jam, termasuk 1 jam menyeberang selat Bali.

Evergreen (hutan sepanjang tahun)

 

Tips Berwisata ke Taman Nasional Baluran

  • Waktu terbaik untuk berkunjung adalah bulan Maret – Agustus setiap tahunnya. Pada bulan- bulan tersebut Anda dapat melihat langsung kawanan rusa, jika beruntung Anda juga dapat melihat proses kawin rusa karena bulan-bulan tersebut adalah musim kawin rusa, serta dapat melihat monyet-monyet yang memancing kepiting menggunakan ekornya.
  • Jika ingin menikmati suasana savana dan alam liar, menginap di Bekol adalah solusi yang tepat. Jumlah rumah singgah terbatas, sehingga kami sarankan untukbooking sebelum Anda datang di Baluran.
  • Bawalah bekal makanan sendiri dan persediaan minum yang cukup jika hendak berkeliling ataupun menginap di dalam kawasan Taman Nasional Baluran.
  • Bawalah topi atau payung untuk melindungi kepala saat menjelajah kawasan Taman Nasional Baluran karena udara di sini cukup panas, dan juga untuk persiapan jika hujan.
  • Bawalah colokan listrik tambahan jika menginap untuk mengisi semua baterai gadget Anda (handphone, kamera, mp3, dll) karena listrik di penginapan dinyalakan hanya pada jam 18.00-23.00. Jadi ketika listrik menyala langsung isi semua baterai, jangan menunda.
  • Bersiaplah untuk tidak terhubung dunia luar karena di Bama tidak ada sinyal untuk semua operator, namun di Bekol masih ada sinyal untuk beberapa operator.
  • Untuk pemesanan penginapan di Bekol dan Bama, hubungi (0333) 424 119.

 

Banteng yang merupakan ikon Baluran

Merak Hijau Baluran

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *