Pantai Plengkung (G-Land) Banyuwangi – Surfers Paradise

Selama ini kita hanya mengenal surganya para peselancar di pantai Kuta, pantai Sanur, dan pantai Lagundri serta pantai Sorake Nias. Ternyata selain pantai-pantai itu ada sebuah pantai di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur yang tak kalah populernya di mata peselancar dunia, pantai ini bernama pantai Plengkung atau sering disebut G-Land.

Mengapa disebut pantai Plengkung? Karena bentuk pantainya yang melengkung.

Mengapa disebut G-Land? Banyak versi asal-usul nama G-Land, diantaranya: karena pantai ini berbentuk seperti huruf G terbalik jika dillihat dari citra satelit; mengindikasi dari kata “Grajagan” yang merupakan nama sebuah teluk; dari “kata Green” karena letaknya di tepi hutan tropis yang hijau (green forest); dan dari kata “Great” karena ombaknya yang begitu besar, panjang, dan penuh tantangan.

 

 

Para peselancar dunia memberi julukan pantai ini sebagai “The Seven Giant Waves Wonder” karena pesona ombaknya dengan ketingian 4-8 meter sepanjang 2 kilometer dan mempunyai 7 gulungan dengan interval sekitar 5 menit akibat tekanan air laut dari Kutub Selatan. Ombak di Plengkung mendapat urutan kedua dunia sebagai ombak terbaik setelah Hawai dan memiliki ombak yang tidak ada putusnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa di pantai Plengkung pernah diadakan lomba surfing internasional Quicksilver Pro Surfing Championship pada tahun 1995, 1996, dan 1997 serta Da Hui Pro Surfing World Championship seri III tahun 2003 dan Banyuwangi G-Land International Team Challenge pada tahun 2012. Pantas jika pantai Plengkung disebut sebagai Surfers Paradise, Surganya Para Peselancar.

 

Ombak di pantai ini dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu Kong Waves (tinggi ombak mencapai 6-8 m), Speedis Waves (5-6 m), dan Many Track Waves (3-4 m). Ombak terakhir (Many Track) biasanya digunakan para peselencar pemula untuk mengasah skill mereka.

Many Track Waves,ombak yang digunakan untuk mengasah skill surfing

Puncak ombak di Plengkung terjadi pada bulan April hingga Oktober (terutama pada bulan Agustus), diluar itu Anda hanya melihat ombak kecil dan tidak terlihat aksi surfing. Pantai mulai berombak sekitar jam 9.00, di waktu itu Anda akan melihat surfers siap beraksi dengan membawa papan surfing dan waktu yang pas bagi Anda yang ingin belajar surfing.

Sejarah Surfing di Pantai Plengkung

Pantai ini dikenal sebagai salah satu tempat surfing terbaik, bermula dari kisah ekspedisi para surfers asing pada tahun 1972. Ada 8 kelompok surfes asal Amerika Serikat mengadakan sebuah ekspedisi untuk menuju Plengkung. Tiga kelompok berangkat dengan boat sewaan dan 5 kelompok menempuh jalur darat. Kelompok darat melakukan perjalanan hingga tiba di desa Grajagan. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan menyusuri perairan pantai menggunakan papan selancar sepanjang 20 km. Setelah melewati perjalanan keras, kelompok yang memakai boat sewaan mendarat langsung di Plengkung. Sesaat setelah tiba, mereka mendirikan camp untuk meninjau pantai Plengkung sebagai tempat surfing selama 10 hari.

Sunset dan Sunrise di Pantai Plengkung

Sunset di Pantai Plengkung tidak kalah indahnya dengan sunset di Pantai Pulau Merah.

Sunrise di Pantai Plengkung tidak seindah di Pulau Dewata karena tertutup gunung, tapi merupakan matahari terbit yang pertama di Pulau Jawa.

Fasilitas di Pantai Plengkung

Plengkung dikelola oleh PT Plengkung Indah Wisata sejak tahun 1990, fasilitas yang disediakan cukup lengkap yaitu bar, restaurant, bungalow, jangle camp, sewa papan selancar, penginapan, dll. Semua fasilitas ditawarkan dalam bentuk dollar USA. Bagi wisatawan domestik mungkin ini terasa mahal.

Penginapan bagi pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan sunset dan sunrise di pantai Plengkung, tersedia “surf camp”. Beberapa diantaranya yang paling populer adalah G-Land Surf & Resort, Joyo Surf Camp, dan Bobby’s Surf Camp. Ketiganya berkonsep “back to nature” dan memiliki fasilitas berstandar internasional.

Lokasi Pantai Plengkung

Pantai Plengkung berjarak  20 km dari Desa Grajagan, pantai ini berada dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi tepatnya berada di timur teluk Grajagan dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga ombak di pantai ini sangat besar.

Pantai Plengkung berada di kawasan Triangle Diamond (Segitiga Berlian) karena jika ditarik garis lurus dengan Pantai Sukamade dan Kawah Ijen akan terbentuk segitiga.

Peta lokasi: klik di sini

 

Tiket Masuk ke Pantai Plengkung

Bagi pengunjung yang ingin berwisata ke pantai Plengkung tidak perlu khawatir masalah tiket masuk, harga yang diberikan sangat sangat murah yaitu Rp 10.000,- dengan rincian Rp 5.000,- untuk tiket masuk Taman Nasional Alas Purwo dan Rp 5.000,- untuk menyebrang menuju hutan lindung serta tepi pantai laut selatan.

 

Rute Perjalanan ke Pantai Plengkung

Perjalanan menuju Pantai Plengkung dapat dilakukan dengan 3 jalur yaitu :

  1. Jalur Darat
    Perjalanan dari Banyuwangi menuju Kalipahit  59 km) dapat di tempuh dengan naik bus, dari Kalipahit menuju Pasar Anyar ( 3 km) dapat ditempuh dengan naik ojek atau menyewa mobil, dari Pasar Anyar menuju Pos Pancur ( 15 km) bisa ditempuh dengan menumpang mobil pick-up melewati Pantai Trianggulasi. Sampai di Pos Pancur, kendaran umum maupun kendaraan pribadi harus diparkir. Dari Pos Pancur menuju Pantai Plengkung ( 9 km ) ada 2 pilihan yaitu berjalanan kaki atau menyewa kendaraan khusus yang telah disediakan dengan tarif sekitar Rp 200.000,- PP.
  1. Jalur Darat – Laut
    Perjalanan dari Banyuwangi menuju Benculuk ( 35 km) dapat ditempuh dengan kendaraan umum, dari Benculuk menuju Grajagan (18 km) dapat di tempuh dengan kendaraan umum, dari Grajagan menuju Pantai Plengkung dapat dilanjutkan menggunakan speed boat (1 jam) atau perahu nelayan (2 jam).
  1. Jalur Laut
    Perjalanan dari Bali menuju Pantai Plengkung bisa menggunakan speed boat sewaan.

 

Nah, bagi Anda yang ingin berwisata dengan paket komplit, di sinilah tempatnya. Anda dapat menikmati keindahan panorama pantai dengan hamparan pasir putih dan air laut biru dengan ombak yang tak pernah putus serta Anda dapat berolahraga. Namun, jika ingin berkunjung sebaiknya pada bulan April hingga Oktober. Di sini juga tersedia rumah panggung untuk menonton surfer yang sedang beraksi, disarankan membawa teropong agar dapat melihat aksi surfer dengan jelas.

Menara Pandang untuk melihat aksi surfers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *